|
No
|
Nama
|
Judul
|
Hasil/Kesimpulan
|
Sumber
|
|
1.
|
Yuana Tri Utomo
|
Strategi Memasuki
Pasar Global Studi Kasus Yanto Pottery Kasongan Bantul
|
Setelah penulis
melakukan penelitian terhadap perusahaan gerabah Yanto Pottery, serta
membahasnya dengan metode yang sudah dijelaskan, maka masalah penelitian ini
bisa dijawab. Jawaban pertama adalah strategi yang digunakan Yanto Pottery
untuk masuk ke pasar global adalah strategi ekspor, bukan strategi yang lain
(franchise, joint venture, atau investasi langsung). Jawaban kedua terkait
dengan kendala-kendala yang dialami ketika memasuki pasar global tidak
menjadikan halangan yang berarti dan mengahalangi aktivitas ekspor Yanto
Pottery. Dalam kaca mata Islam, ekspor yang dilakukan oleh Yanto Pottery
merupakan aktifitas yang mubah karena masuk dalam keumuman dalil jual beli.
Adapun saran peneliti yaitu agar dilanjutkan penelitian dengan mengaitkannya
pada objek lain seperti pengaruh dilaksanakannya MEA di Indonesia serta
perkiraan kedepannya seperti apa. Bisa juga penelitian lebih lanjut dilakukan
untuk pembahasan pada bagian-bagian tertentu seperti promosi, pemasaran, dan
lainnya sebagainya. Untuk meingkatkan lagi keuntungan maka Yanto Pottery harus
membuka pasar-pasar baru di luar negri khususnya. Dan untuk membuka pasar
baru maka dibutuhkan analisa secara langsung baik kondisi internal perusahaan
maupun eksternalperusahaan, sehingga bisa ditemukan apa saja kelebihan,
kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada guna menentukan kebijakan
selanjutnya.
|
http://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/azzarqa/article/download/1432/1239
|
|
2.
|
Nur Fidiyati
|
STRATEGI PEMASARAN
INDUSTRI MEBEL DALAM MENEMBUS PASAR GLOBAL MELALUI ANALISIS SWOT
|
Berdasarkan
penelitian tentang strategi pemasaran yang dilakukan CV Mandiri Abadi dalam
menembus pasar global, maka diperoleh ksimpulan sebagai berikut :
Dari hasil
analisis posisi internal dan eksternal diketahui :
1. Kekuatan
perusahaan terletak pada hubungan dengan lingkungan sekitar yang terjalin
baik, kualitas produk yang baik sehingga pembeli puas, harga produk yang
bersaing sehingga tidak pernah dikeluhkan pembeli, posisi perusahaan yang
dekat dengan sumber bahan baku, dan promosi yang kuat melalui pedagang
perantara.
2. Kelemahan
perusahaan terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki budaya kerja
kurang baik, kurangnya inovasi pada design produk dan pengembangan produk
baru karena perusahaan hanya fokus pada pemenuhan pesanan, dan belum ada merk
dagang khusus dari perusahaan.
3. Peluang yang
bisa dimanfaatkan perusahaan adalah dukungan dari pemerintah melalui
kebijakan dan bantuan-bantuan, pedagang perantara/broker yang membantu
promosi usaha, perubahan teknologi yang semakin maju mempermudah perusahaan
melakukan kegiatan usahanya dan melakukan pemasaran dan minat konsumen yang
sangat tinggi terhadap produk furnitur.
4. Ancaman bagi
perusahaan antara lain kebijakan pemerintah baik kebijakan langsung ataupun
tidak langsung yang berdampak pada perusahaan, keberadaan pesaing baik
pesaing lama maupun pesaing baru, bahan baku yang semakin menipis, dan
pengurusan dokumen ekspor produk furnitur yang rumit.
Dari analisis SAP
CV Mandiri Abadi memiliki nilai tertimbang 3,46 yang artinya perusahaan
berada pada posisi yang Dari analisis internal perusahaan menunjukkan bahwa
perusahaan berada pada posisi Aman (Favorable) yang berarti perusahaan
mempunyai kekuatan yang bisa dimanfaatkan dengan strategistrategi tertentu,
serta mempunyai peluang yang lebih baik di atas rata-rata untuk meningkatkan
posisinya.
Berdasarkan
analisis ETOP, hasil analisis peluang (EOE) nilai tertimbang yaitu 3,93. Dan
berdasarkan analisis ancaman (ETE) nilai tertimbang yaitu 2,36. Diketahui
perusahaan CV Mandiri Abadi berada pada posisi usaha IDEAL (Ideal Bussiness).
Ini artinya CV Mandiri Abadi memiliki peluang sukses yang tinggi dan resiko
kegagalan yang rendah.
Berdasarkan
analisis SAP diketahui CV Mandiri Abadi berada pada posisi Favorable (Aman)
dan melalui analisis ETOP termasuk dalam usaha Ideal (Ideal Business), maka
kombinasi kedua posisi tersebut menunjukkan posisi Invest. Ini berarti
perusahaan dapat melakukan ekspansi perusahaan atau mengembangkan usahanya
untuk mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.
Strategi
perusahaan berdasarkan marketing mix dan STP adalah perusahaan dapat
mengembangkan inovasi pada produk, membuat sistem pembayaran cicil, membuat
showroom dan display produk, membuat klasifikasi pasar, menargetkan pasar
yang potensial, kemudian menempatkan perusahaan pada posisi tertentu di mata
pasar yang ditargetkan.
Melihat posisi
perusahaan dari faktor internal maupun eksternal, strategi untuk jangka
panjang yang cocok diterpkan oleh CV Mandiri Abadi yaitu membangun pasar yang
lebih luas (strategi ekspansi). Strategi ini membutuhkan biaya riset untuk
penelitian pasar yang masih mempunyai potensi untuk dimasuki. Hal ini
dilakukan untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Ekspansi dilakukan tidak
hanya dilakukan di pasar luar negeri, tapi perlu juga dilakukan di dalam
negeri.
|
https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/MS/article/download/1016/991
|
|
3.
|
RUSNANI
|
STRATEGI PEMASARAN
BATIK MADURA DALAM MENGHADAPI
PEMASARAN GLOBAL
|
Berdasarkan hasil
pengamatan, analisis dan bahasan tentang strategi pemasaran batik Madura
dalam menghadapi pemasaran global menunjukkan bahwa
secara umum,
meskipun kondisi usaha batik menunjukkan peningkatan, namun beberapa
pengrajin batik masih mengelola bisnis secara tradisional, dari segi
permodalan masih menggunakan modal sendiri sehingga produksinya sedikit. Hal
ini ditunjukkan bahwa untuk mengelola keuangan, pihak sentra batik masih
menggunakan cara pencatatan manual. Dalam strategi pemasaran dari promosi
produk masih belum memaksimalkan media teknologi informasi sebagai media promosi
yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, dalam meningkatkan pemasaran secara
global. Kekuatan internalnya tinggi dikarenakan mempunyai ciri khas yang
belum dimiliki batik yang lain sehingga banyak peluang yang dapat dimasuki
karena pesaing masih sedikit apalagi di tingkat global dengan demikian batik
Madura dapat memilih Strategi yang cocok yaitu aggresive strategy yaitu
strategi menyerang karena mempunyai kekuatan internal dari produk yaitu mempunyai ciri khas (keunikan) jadi
memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengisi peluang yang ada dalam memasuki pasar
global karena pesaing tidak begitu banyak di pasar global.
|
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=267520&val=6828&title=STRATEGI%20PEMASARAN%20BATIK%20MADURA%20%20DALAM%20MENGHADAPI%20PEMASARAN%20GLOBAL
|
Jumat, 19 Oktober 2018
Manajemen Pemasaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar