Jumat, 19 Oktober 2018

Manajemen Pemasaran

No
Nama
Judul
Hasil/Kesimpulan
Sumber
1.
Yuana Tri Utomo
Strategi Memasuki Pasar Global Studi Kasus Yanto Pottery Kasongan Bantul
Setelah penulis melakukan penelitian terhadap perusahaan gerabah Yanto Pottery, serta membahasnya dengan metode yang sudah dijelaskan, maka masalah penelitian ini bisa dijawab. Jawaban pertama adalah strategi yang digunakan Yanto Pottery untuk masuk ke pasar global adalah strategi ekspor, bukan strategi yang lain (franchise, joint venture, atau investasi langsung). Jawaban kedua terkait dengan kendala-kendala yang dialami ketika memasuki pasar global tidak menjadikan halangan yang berarti dan mengahalangi aktivitas ekspor Yanto Pottery. Dalam kaca mata Islam, ekspor yang dilakukan oleh Yanto Pottery merupakan aktifitas yang mubah karena masuk dalam keumuman dalil jual beli. Adapun saran peneliti yaitu agar dilanjutkan penelitian dengan mengaitkannya pada objek lain seperti pengaruh dilaksanakannya MEA di Indonesia serta perkiraan kedepannya seperti apa. Bisa juga penelitian lebih lanjut dilakukan untuk pembahasan pada bagian-bagian tertentu seperti promosi, pemasaran, dan lainnya sebagainya. Untuk meingkatkan lagi keuntungan maka Yanto Pottery harus membuka pasar-pasar baru di luar negri khususnya. Dan untuk membuka pasar baru maka dibutuhkan analisa secara langsung baik kondisi internal perusahaan maupun eksternalperusahaan, sehingga bisa ditemukan apa saja kelebihan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada guna menentukan kebijakan selanjutnya.
 http://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/azzarqa/article/download/1432/1239
2.
Nur Fidiyati
STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI MEBEL DALAM MENEMBUS PASAR GLOBAL MELALUI ANALISIS SWOT
Berdasarkan penelitian tentang strategi pemasaran yang dilakukan CV Mandiri Abadi dalam menembus pasar global, maka diperoleh ksimpulan sebagai berikut :
 Dari hasil analisis posisi internal dan eksternal diketahui :
1. Kekuatan perusahaan terletak pada hubungan dengan lingkungan sekitar yang terjalin baik, kualitas produk yang baik sehingga pembeli puas, harga produk yang bersaing sehingga tidak pernah dikeluhkan pembeli, posisi perusahaan yang dekat dengan sumber bahan baku, dan promosi yang kuat melalui pedagang perantara.
2. Kelemahan perusahaan terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki budaya kerja kurang baik, kurangnya inovasi pada design produk dan pengembangan produk baru karena perusahaan hanya fokus pada pemenuhan pesanan, dan belum ada merk dagang khusus dari perusahaan.
3. Peluang yang bisa dimanfaatkan perusahaan adalah dukungan dari pemerintah melalui kebijakan dan bantuan-bantuan, pedagang perantara/broker yang membantu promosi usaha, perubahan teknologi yang semakin maju mempermudah perusahaan melakukan kegiatan usahanya dan melakukan pemasaran dan minat konsumen yang sangat tinggi terhadap produk furnitur.
4. Ancaman bagi perusahaan antara lain kebijakan pemerintah baik kebijakan langsung ataupun tidak langsung yang berdampak pada perusahaan, keberadaan pesaing baik pesaing lama maupun pesaing baru, bahan baku yang semakin menipis, dan pengurusan dokumen ekspor produk furnitur yang rumit.
 Dari analisis SAP CV Mandiri Abadi memiliki nilai tertimbang 3,46 yang artinya perusahaan berada pada posisi yang Dari analisis internal perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Aman (Favorable) yang berarti perusahaan mempunyai kekuatan yang bisa dimanfaatkan dengan strategistrategi tertentu, serta mempunyai peluang yang lebih baik di atas rata-rata untuk meningkatkan posisinya.
 Berdasarkan analisis ETOP, hasil analisis peluang (EOE) nilai tertimbang yaitu 3,93. Dan berdasarkan analisis ancaman (ETE) nilai tertimbang yaitu 2,36. Diketahui perusahaan CV Mandiri Abadi berada pada posisi usaha IDEAL (Ideal Bussiness). Ini artinya CV Mandiri Abadi memiliki peluang sukses yang tinggi dan resiko kegagalan yang rendah.
 Berdasarkan analisis SAP diketahui CV Mandiri Abadi berada pada posisi Favorable (Aman) dan melalui analisis ETOP termasuk dalam usaha Ideal (Ideal Business), maka kombinasi kedua posisi tersebut menunjukkan posisi Invest. Ini berarti perusahaan dapat melakukan ekspansi perusahaan atau mengembangkan usahanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.
 Strategi perusahaan berdasarkan marketing mix dan STP adalah perusahaan dapat mengembangkan inovasi pada produk, membuat sistem pembayaran cicil, membuat showroom dan display produk, membuat klasifikasi pasar, menargetkan pasar yang potensial, kemudian menempatkan perusahaan pada posisi tertentu di mata pasar yang ditargetkan.
Melihat posisi perusahaan dari faktor internal maupun eksternal, strategi untuk jangka panjang yang cocok diterpkan oleh CV Mandiri Abadi yaitu membangun pasar yang lebih luas (strategi ekspansi). Strategi ini membutuhkan biaya riset untuk penelitian pasar yang masih mempunyai potensi untuk dimasuki. Hal ini dilakukan untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Ekspansi dilakukan tidak hanya dilakukan di pasar luar negeri, tapi perlu juga dilakukan di dalam negeri.
https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/MS/article/download/1016/991
3.
RUSNANI
STRATEGI PEMASARAN BATIK MADURA  DALAM MENGHADAPI PEMASARAN GLOBAL
Berdasarkan hasil pengamatan, analisis dan bahasan tentang strategi pemasaran batik Madura dalam menghadapi pemasaran global menunjukkan bahwa
secara umum, meskipun kondisi usaha batik menunjukkan peningkatan, namun beberapa pengrajin batik masih mengelola bisnis secara tradisional, dari segi permodalan masih menggunakan modal sendiri sehingga produksinya sedikit. Hal ini ditunjukkan bahwa untuk mengelola keuangan, pihak sentra batik masih menggunakan cara pencatatan manual. Dalam strategi pemasaran dari promosi produk masih belum memaksimalkan media teknologi informasi sebagai media promosi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, dalam meningkatkan pemasaran secara global. Kekuatan internalnya tinggi dikarenakan mempunyai ciri khas yang belum dimiliki batik yang lain sehingga banyak peluang yang dapat dimasuki karena pesaing masih sedikit apalagi di tingkat global dengan demikian batik Madura dapat memilih Strategi yang cocok yaitu aggresive strategy yaitu strategi menyerang karena mempunyai kekuatan internal dari produk  yaitu mempunyai ciri khas (keunikan) jadi memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengisi  peluang yang ada dalam memasuki pasar global karena pesaing tidak begitu banyak di pasar global.
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=267520&val=6828&title=STRATEGI%20PEMASARAN%20BATIK%20MADURA%20%20DALAM%20MENGHADAPI%20PEMASARAN%20GLOBAL



Tidak ada komentar:

Posting Komentar